Pada zaman sekarang meditasi banyak digunakan untuk
mengurangi kecemasan, stress, dan depresi. Ketenangan jiwa yang diperoleh ketika
bermeditasi dengan baik mampu meredakan dan memungkinkan seseorang berpikir
jernih dalam pengambilan suatu keputusan. Meditasi merupakan pengalihan
perhatian ketingkat pemikiran yang lebih dalam hingga masuk ke tingkat
pemikiran yang paling dalam dan mencapai sumber pemikiran (T. Mattesion, 2006).
Meditasi mampu menurunkan tingkat rangsangan seseorang dan membawa suatu
keadaan yang lebih tenang, baik secara psikologis maupun fisiologis (T.
Mattesion, 2006). Dengan
meditasi mampu menurunkan kecemasan, perasaan reaktif dan agresivitas
(Hjelee,1974;Prabowo,2007).
let's join the blog review of psychology
in this blog will address most of the scientific from the standpoint of psychology, may be useful to us all
Tuesday, January 31, 2012
Macam-macam Meditasi
Narayo dan Onstein (Tart,1997; Prabowo,2007)
mengklarifikasikan meditasi menjadi tiga jenis (1) Meditasi Konsefatif (2)
Meditasi Pembukaan (Opening up meditation), dan (3) Mediatsi Ekpresif. Namun
tart hanya memberikan gambaran pada dua jenis meditasi yaitu meditasi
konserfatif dan meditasi opening up meditation.
Teknik meditasi konserfatif pada dasarnya memberikan
instruksi untuk memperhatikan secara penuh pada hal tertentu, dapat berupa
objek eksternal yang terlihat nyata atau sensasi internal seperti tarikan
nafas. Sedangkan opening up meditation pada dasarnya mengacu pada keragaman
teknik bertujuan membantu seseorang meningkatkan kepekaan dan kesadaran penuh
dari apapun yang terjadi padanya, menjadi pengamat yang sadar (Consius
Observer) dalam mengamati apa yang terjadi tanpa harus bereaksi padanya.
Monday, January 30, 2012
Pengertian Meditasi
Pada awalnya
meditasi adalah nama generik yang diberikan untuk belajar agama di daerah
Timur. Tujuan utama dalam meditasi (a) perenungan dan kebijaksanaan, (b)
perubahan dalam kesadaran (c) relaksasi (L. Lichstein, 1988). Efek meditasi
oleh banyak pakar diyakini membawa dampak positif bagi kehidupan manusia (Satiadarma, 1998). Dewasa ini meditasi digunakan dalam banyak hal. Ada yang
melaksanakan meditasi untuk mendapatkan kedamaian dan kekuatan jiwa. Istilah
meditasi telah dikenal luas baik, baik dari pendekatan awam maupun ilmiah. Akan
tetapi banyak orang yang belum memahami tentang meditasi itu sendiri Berikut
akan dikupas kajian mengenai meditasi
Mengatasi Kecemasan
Pengkombinasian penggunaan obat-obat anti anxietas
dengan pendekatan Kognitif Behavioral Therapy dapat digunakan untuk mengatasi
kecemasan, tentu saja dalam hal ini dibutuhkan terapis yang kompetan.
Pendekatan terapi kognitif ini mampu merubah pola pemikiran seseorang terhadap
sumber kecemasan yang dihadapinya. Selain itu penggunan terapi rileksasi,
dengan mengatur system pernafasan seseorang juga mampu mereduksi kecemasan (US
Departement Of Healt And Human Service,2009).
Dampak Kecemasan
Kecemasan banyak ditemui pada pasien yang menjalani
pemeriksaan, investigasi atau perawatan dalam bidang kesehatan. Terdapat
perbedaan antara gejala mental kecemasan dan berbagai gejala fisik.
Gejala-gejala kecemasan dianggap signifikan klinis yaitu terjadi dalam keadaan
yang penuh tekanan, merusak fungsi fisik, sosial atau
Sunday, January 29, 2012
MACAM-MACAM KECEMASAN
Gangguan kecemasan dapat muncul dalam
berapa bentuk gangguan kecemasan antara lain, Generalized Anxiety Disoder,
Agorafobia, Fobia khusus (Tell,2010), Separation Anxiety (Herbert,2006), Obsesif-Kompulsif (Eisner dkk,2009). Gangguan
kecemasan merupakan gangguan mental yang hampir dialami tiap orang dan semua
umur (Herbert, 2006) penjelasan mengenai gangguan tersebut diperjelas Sani (2012) yang mengatakan kecemasan dapat muncul dalam berbagai
bentuk antara lain
a. Gangguan
panik
Serangan tidak
dapat diduga muncul dalam bentuk kecemasan akut, yang berlangsung selama 10
menit. Kepanikan merupakan episode kecemasan ekstrem dalam merespon suatu
ancaman nyata. Kepanikan memperlihatkan gejala : palpitasi, keluhan sakit di
dada, berkeringat, demam, nafas pendek, nausea, sakit kepala atau perasaan aneh
dan takut kehilangan pengawasan pada dirinya. Misalnya Phobia (bentuk ketakutan
terhadap objek atau situasi tertentu/spesifik, sering dsertai dengan
gejala-gejala kecemasan ekstrem).
Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan
Faktor-faktor yang
mempengaruhi kecemasan seseorang meliputi beberapa aspek antara lain, terdapat
komponen genetik terhadap kecemasan, scan otak dapat melihat perbedaan terutama
pada pasien kecemasan yang respons dengan signal berbahaya, sistem pemrosesan
informasi dalam seseorang berjalan dengan singkat (hal ini dapat direspons
dengan suatu ancaman sebelum yang bersangkutan menyadari ancaman tersebut),
akar dari gangguan kecemasan mungkin tidak akan menjadi pemisahan mekanisme yang
menyertainya namun terjadi pemisahan mekanisme yang mengendalikan respons
kecemasan dan yang menyebabkan situasi diluar kontrol (Sani, 2012).
Subscribe to:
Posts (Atom)