let's join the blog review of psychology

in this blog will address most of the scientific from the standpoint of psychology, may be useful to us all

Monday, January 30, 2012

Mengatasi Kecemasan


Pengkombinasian penggunaan obat-obat anti anxietas dengan pendekatan Kognitif Behavioral Therapy dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan, tentu saja dalam hal ini dibutuhkan terapis yang kompetan. Pendekatan terapi kognitif ini mampu merubah pola pemikiran seseorang terhadap sumber kecemasan yang dihadapinya. Selain itu penggunan terapi rileksasi, dengan mengatur system pernafasan seseorang juga mampu mereduksi kecemasan (US Departement Of Healt And Human Service,2009).
Pendapat lain berkaitan dengan pemikiran rasa cemas dapat dihilangkan dengan cara memperdalam pembahasan sumber kecemasan tersebut, mendekatnya dengan kesadaran atau memberikan pemikiran-pemikiran yang berhubungan dengan rasa cemas seseorang agar pemikiran-pemikiran tersebut menjadi fakta yang terindera dalam dirinya. Dengan pendekatan ini seseorang akan terhindar dari jerat rasa cemas yaitu menghilangkan atau melemahkan secara gradual, sehingga pemahaman rasa cemas dalam benak seseorang akan hilang (Muhammad, 1958)
Sisi lain untuk penggunaan obat-obatan dalam mengatasi kecemasan perlu diwaspadai, dalam penelitian dilaporkan memiliki imbas bagi penggunanya, sedangkan pendekatan psikoterapi yang terdiri dari disentisiasi sistematis, relaksasi otot, terapi pemaparan bertahap dan manajemen pola asuh keluarga diyakini efektif mampu merendam kecemasan lebih aman (Rosenbaum and Covino,2005). Jenis terapi yang efektif tidak hanya terbatas pada jenis gangguan yang dihadapi oleh seseorang melainkan juga harus memiliki bermacam modus terapi individual dan kelompok. Terapi jenis individual terdiri dari :
a.       Psikoterapi jenis sugesti/suportif (supportive)
Merupakan bentuk psikoterapi yang sangat sederhana dan tidak mengikuti masa silam maupun alam tidak sadar dari penderita. Psikoterapis berusaha untuk ikut mencarikan jalan kluar yang logis sesuai dengan kemampuan pasien dalam mengenal gangguan yang dihadapi, serta mencari mekanisme pertahanan yang lebih baik dalam menghadapi masalah.
b.      Psikoterapi jenis analisa (insight oriented)
Merupakan jenis psikoterapi yang perlu mengupas alam tak sadar dari pasien karena diperlukan perubahan mendasar guna melakukan adaptasi pasien, dalam menghadapi konflik internalnya. Selain itu motivasi maupun intelegensi yang cukup dari pasien sangatlah menentukan sejauh mana terapi ini mencapai keberhasilan
c.       Psikoterapi jenis perilaku (behavour therapy)
Terapi ini mempunyai landasan utama pada teori belajar/learning theory. Perilaku yang aneh pada seseorang sebenarnya merupakan akibat yang tidak dikehendaki oleh orang tersebut tetapi merupakan hasil dari cara belajar menghadapi situasi tertentu yang cenderung keliru. Tingkat keberhasilan cukup tinggi dengan menggunakan terapi.
Sedangkam terapi pendekatan secara kelompok (group therapy) antara lain;
a.       Terapi pasangan (marital/couple)
b.      Terapi keluarga (family)
c.       Terapi lingkungan (milliu) (Sani, 2012).
Beberapa pendekatan lain bersifat teknis yang mendukung teori yang disampaikan sebelumnya dalam mengatasi kecemasan yaitu (1) berusaha menerima kecemasan itu sendiri, karena jika seseorang menganggapnya sebagai suatu ancaman akan menambahkan kondisi yang semakin buruk (Jeane,2010), (2) mengatur pernafasan dan pikiran untuk membantu tubuh menjadi rileks dan mampu menghentikan serangan kecemasan atau panic. Pada saat cemas, pernafasan orang menjadi dangkal dan cepat sehingga memperlambat dan menfokuskan pada pernafasan mampu mengalihkan pikiran dari serangan panic dan cemas (3) menghentikan pikiran negative, sebagian besar orang dapat mengucapkan kata stop dalam benak kepalanya dan mengalihkan pada pikiran yang jelek dengan kesenangan (4) olahraga secara teratur untuk menyeimbangkan hormone dalam tubuh khususnya hormone andrenalin, selain itu juga membantu untuk mengendurkan otot-otot tegang yang disebabkan oleh kecemasan (5) mengalihkan perhatian, saat-saat melihat munculnya gejala-gejala kecemasan untuk segera melakukan pengalihan perhatian. Hal ini akan menghentikan sinyal kecemasan ke otak, mensugesti diri dengan membuang jauh-jauh pikiran yang membuat seseorang panic atau cemas (Bidisha,2010) (6) meditasi merupakan salah satu alternative mengatasi kecemasan (Azmin,2011), hal ini didukung oleh beberapa penelitian melaporkan bahwa orang yang melakukan pelatihan meditasi berhasil mengurangi kelelahan, depresi, dan kecemasan serta mampu perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan dibandingkan yang hanya menerima perawatan medis biasa (Hendrick,2010) 

No comments: